Tidak Hanya Sehat, Makanan Bayi 6 Bulan Juga Harus Baik

Banyak yang salah sangka tentang makanan bayi 6 bulan. Mereka bilang bahan yang digunakan untuk membuat makanan bayi harus sehat. Ternyata, tidak itu saja. Sehat saja tidak cukup. Bahan yang digunakan untuk membuat makanan untuk bayi juga harus baik.

Ada yang berbeda antara istilah sehat dan baik. Hal ini disebabkan makanan untuk bayi yang juga disebut dengan MPASI (makanan pendamping ASI) harus baik untuk tumbuh kembang bayi. Dan ternyata, tidak semua makanan sehat itu baik untuk bayi 6 bulan.

Ini tidak jauh beda dengan sate. Makanan ini sangat baik untuk semua orang karena kandungan protein di dalam daging sangat dibutuhkan. Namun, sate menjadi makanan yang tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang mengalami darah tinggi. Mungkin ini yang bisa dijadikan analogi bawasannya tidak semua makanan sehat itu baik, begitu juga dengan makanan untuk bayi 6 bulan.

Bahan Yang Perlu Dihindari

Berikut ini beberapa list bahan yang sebaiknya tidak ibu gunakan untuk membuat MPASI. Apa saja itu?

Yang pertama adalah gandum. Dan sebenarnya semua makanan yang mengandung gandung sebaiknya tidak dikonsumsi oleh bayi yang usianya 6 bulan. Baru ketika balita, ibu bisa memberikan menu makanan seperti itu.

Gandum memang sehat karena kandungan protein serta karbohidratnya yang sangat tinggi. Hanya saja, menurut penelitian, kandungan protein glutennya sangat tinggi sehingga membuat bayi ibu mudah sekali mengalami kembung. Apalagi jika bayi ibu intoleran terhadap gluten, maka bisa saja bayi ibu mengalami masalah pencernaan seperti diare dan konstipasi.

Makanan kedua yang sebaiknya tidak dijadikan sebagai makanan bayi usia 6 bulan adalah ikan. Mungkin ibu bertanya bukannya ikan itu bagus untuk perkembangan otak bayi lantaran kandungan omega 3 nya yang sangat tinggi? Betul sekali. Namun, ikan bisa saja membuat bayi mengalami reaksi berupa alergi.

Makanan selanjutnya yang tidak boleh diberikan kepada bayi usia 6 bulan adalah kacang-kacangan. Kacang memang mengandung protein nabati yang sangat tinggi. Akan tetapi, ternyata kacang-kacangan sama seperti ikan, yaitu bisa menyebabkan bayi mengalami alergi, terutama kacang tanah.

Ternyata, banyak sekali bahan makanan yang sehat tapi tidak baik untuk bayi 6 bulan. Akan tetapi, hal tersebut tidak membuat ibu tidak bisa leluasa memilih makanan yang baik untuk dijadikan menu MPASI.

Ciri-Ciri Menu MPASI Untuk Bayi 6 Bulan

Agar ibu tidak merasa dibatasi ketika membuatkan menu MPASI, ada beberapa hal yang perlu ibu ketahui.

  • MPASI Terbuat Dari Satu Bahan Makanan

Setelah ibu tahu bahan makanan apa saja yang perlu ibu hindari, hal lain yang tak kalah penting adalah mengenai jumlah bahan makanan yang digunakan. Sebaiknya ibu memilih satu jenis makanan dulu untuk menu MPASI. Ibu bisa gunakan buah-buahan seperti buah naga. Buah tersebut bisa diblender kemudian diberikan kepada bayi.

Selain buah, ibu juga bisa berikan sayuran. Namun yang pasti, gunakan satu jenis sayuran saja. Ibu bisa blender wortel sebagai menu makanan bayi 6 bulan.

  • Tidak Ada Tambahan Gula Dan Garam

MPASI tidak boleh ditambah gula atau garam. Mungkin ibu bertanya kenapa boleh ditambah garam? Bukannya garam sangat dibutuhkan?

Memang betul sekali garam mengandung yodium yang bisa mengoptimalkan perkembangan otak bayi. Akan tetapi, kebutuhan garam bayi tidaklah banyak. Ia sudah mendapatkan yodium dari bahan makanan yang ibu siapkan. Jadi, tidak perlu ditambahkan garam di dalam menu MPASI.

  • Menu MPASI Harus Lunak

Jangan sampai ibu tidak memastikan terlebih dahulu bawasannya menu MPASI yang ibu siapkan kurang lunak. Jika masih kasar, maka sistem pencernaan bayi tidak mampu mencerna makanan tersebut sehingga bayi akan mengalami konstipasi.

Ibu boleh saja memberikan menu makanan yang sedikit lebih kasar ketika bayi ibu sudah terbiasa mendapatkan MPASI. Jadi, awalnya ibu berikan menu makanan yang lunak terlebih dahulu. Baru kemudian ibu siapkan menu makanan sedikit lebih kasar.

Sekarang, apakah ibu sudah ada ide untuk membuatkan menu MPASI untuk bayi 6 bulan?

Bolehkah Memberikan Makanan Instan?

Sekarang ini, banyak sekali menu makanan instan untuk bayi. Pertanyaannya adalah bolehkah hal tersebut?

Sebenarnya boleh-boleh saja asalkan ibu memilihkan menu makanan instan bayi yang mengandung gizi tinggi. Dengan demikian, ibu tidak hanya memilih makanan yang mudah dibuat saja, tapi juga kandungan nutrisinya tinggi.

Meskipun demikian, banyak sekali orang tua yang anti terhadap makanan instan untuk bayi. Alasannya mereka khawatir bahan pengawet yang ada di dalam makanan tersebut. Topik seperti ini sering dibahas di dalam forum ibu dan balita.

Terlepas dari itu semua, membuatkan menu MPASI sendiri jauh lebih baik. Dan yang pasti, membuat makanan sendiri jauh lebih hemat. Ibu bisa siapkan bahannya yang mudah dan murah sekali harganya. Contohnya saja kentang. Ibu bisa rebus ketang lalu blender. Jadilah menu MPASI yang sangat lezat dan bergizi tinggi. Ibu bisa ganti menunya dengan bubur, buah-buahan, dan lain sebagainya.

Pilihannya ada pada ibu sendiri, apakah memberikan makanan instan atau membuat makanan sendiri untuk bayi 6 bulan. Yang pasti, ibu harus tetap memberikan ASI. Baru kemudian ketika usianya sudah balita, ibu bisa berikan susu. Dengan melakukan apa yang sudah disarankan oleh dokter anak, maka ibu bisa pastikan sang buah hati tumbuh dengan sangat baik. Jika bayi sudah lulus program ASI eksklusif, saatnya ibu melanjutkan dengan membuatkan menu makanan bayi 6 bulan yang tidak hanya sehat, tapi juga harus baik.